Pustakawan UII Ikuti Pelatihan Pengelolaan Jurnal OJS untuk Internasionalisasi Author, Editor, dan Reviewer


Yogyakarta, 24 Juni 2026 — Tiga pustakawan Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII), yaitu Teguh Prasetyo Utomo, S.I.Pust., Neneng Asaniyah, S.I.Pust., dan Mufida Nur Arifah, S.Hum., mengikuti kegiatan Pelatihan Pengelolaan Jurnal UII: Peningkatan Komponen Internasional (Author, Editor, & Reviewer) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII pada Rabu, 24 Juni 2026 di Auditorium FIAI Lantai 5.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Universitas Islam Indonesia dalam memperkuat tata kelola jurnal ilmiah berbasis Open Journal Systems (OJS), sekaligus mendorong internasionalisasi peran author, editor, dan reviewer guna meningkatkan kualitas serta reputasi publikasi ilmiah.

Peningkatan Kapasitas Pustakawan dalam Pengelolaan Jurnal Ilmiah OJS

Keikutsertaan pustakawan UII dalam pelatihan ini merupakan bentuk penguatan kapasitas pengelola jurnal ilmiah di lingkungan Direktorat Perpustakaan UII, khususnya dalam menghadapi tantangan akreditasi nasional serta percepatan internasionalisasi jurnal.

Ketiga pustakawan tersebut merupakan pengelola Unilib: Jurnal Perpustakaan dan Buletin Perpustakaan, dua jurnal bidang ilmu perpustakaan dan informasi yang diterbitkan oleh Direktorat Perpustakaan UII. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh wawasan strategis terkait pengelolaan jurnal berbasis OJS, peningkatan kualitas editorial, serta penguatan ekosistem publikasi ilmiah.



Narasumber Pelatihan: Penguatan Roadmap Pengembangan Jurnal UII

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.Es., Ph.D., IPU, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, sebagai narasumber utama. Acara dibuka oleh Dr. Drs. Asmuni, M.A., Dekan FIAI UII, dan dimoderatori oleh Dr. M. Roem Syibly, S.Ag., M.Si.

Selain itu, materi juga disampaikan oleh Yuli Andriansyah, S.E., M.Si., Editor in Chief JIE Lariba, yang membagikan praktik terbaik dalam pengelolaan jurnal ilmiah menuju standar internasional.

Dalam paparannya, Prof. Eko Siswoyo menekankan pentingnya penyusunan roadmap pengembangan jurnal yang terstruktur dan berkelanjutan. Pengelolaan jurnal, menurutnya, tidak hanya berfokus pada pencapaian indeksasi, tetapi juga membutuhkan dukungan kelembagaan yang kuat agar dapat berkembang secara sistematis dan berkelanjutan.

Beliau juga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas akademik melalui publikasi ilmiah dan kekayaan intelektual (HKI) sebagai bagian dari penguatan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.



Program RINJANI dan Arah Internasionalisasi Jurnal Indonesia


Pada sesi berikutnya, Yuli Andriansyah menjelaskan perkembangan program RINJANI (Reputasi Internasional Jurnal Ilmiah Indonesia) yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Program ini dirancang untuk membantu jurnal Indonesia meningkatkan kualitas tata kelola serta memperluas peluang menuju indeksasi internasional bereputasi seperti Scopus. Namun, menurutnya, berbagai fasilitas yang telah disediakan masih perlu dimanfaatkan secara lebih optimal oleh pengelola jurnal.

Salah satu strategi utama dalam program ini adalah peningkatan kolaborasi internasional melalui keterlibatan penulis asing, editor internasional, dan reviewer dari berbagai negara.


Strategi Penguatan Reviewer Internasional pada Jurnal Ilmiah

Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah peningkatan jumlah reviewer internasional, yang dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas proses review dan kredibilitas jurnal.

Dalam sesi ini, disampaikan beberapa langkah strategis dalam membangun database reviewer internasional, antara lain:
  • Mengidentifikasi kata kunci sesuai ruang lingkup jurnal
  • Menelusuri artikel ilmiah melalui database Scopus
  • Mengumpulkan data penulis, afiliasi, dan email aktif
  • Melakukan validasi dan pembersihan data calon reviewer
  • Mengirimkan undangan review secara personal dan profesional

Tingkat respons reviewer internasional yang relatif rendah menjadi tantangan tersendiri, sehingga diperlukan pendekatan komunikasi yang konsisten serta pemberian apresiasi, seperti sertifikat penghargaan bagi reviewer yang berkontribusi.



Dinamika Baru Pemeringkatan SINTA dan Tantangan Jurnal UII

Pelatihan juga membahas perubahan skema penilaian dalam Sistem Indeksasi Jurnal Nasional (SINTA) yang berpotensi memengaruhi peringkat jurnal secara signifikan.

Indikator seperti kualitas tata kelola editorial, keterlibatan reviewer internasional, konsistensi penerbitan, dan integritas proses review menjadi faktor penting dalam penilaian.

Menariknya, indeksasi Scopus tidak otomatis meningkatkan peringkat SINTA, sehingga pengelola jurnal perlu menyeimbangkan strategi nasional dan internasional secara bersamaan.

Hal ini menjadi perhatian penting bagi pengelola jurnal di lingkungan UII dalam merancang strategi pengembangan jurnal yang adaptif dan berkelanjutan.


Peran Strategis Pustakawan UII dalam Pengelolaan Jurnal Ilmiah

Bagi Direktorat Perpustakaan UII, keikutsertaan pustakawan dalam pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat pengelolaan Unilib: Jurnal Perpustakaan dan Buletin Perpustakaan.

Pustakawan tidak hanya berperan sebagai pengelola informasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem scholarly communication yang mendukung peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan universitas.

Melalui peningkatan kompetensi, perluasan jejaring akademik internasional, serta penerapan praktik terbaik dalam pengelolaan jurnal berbasis OJS, diharapkan kedua jurnal tersebut semakin berkontribusi dalam pengembangan ilmu perpustakaan dan informasi.

Komitmen UII Menuju Internasionalisasi Jurnal Ilmiah

Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Islam Indonesia dalam mendorong internasionalisasi publikasi ilmiah dan peningkatan reputasi akademik.

Dengan penguatan kapasitas pengelola jurnal, UII diharapkan mampu meningkatkan kualitas, visibilitas, dan daya saing jurnal ilmiah di tingkat nasional maupun internasional, serta memperluas dampak keilmuan yang lebih luas.

Post a Comment

0 Comments