Teguh Prasetyo Utomo Jadi Narasumber Kuliah Praktisi UNS, Bahas Strategi Literasi di Era Konten Digital

Teguh Prasetyo Utomo saat menjadi narasumber Kuliah Praktisi Prodi D3 Perpustakaan UNS tahun 2026

Perkembangan media sosial dan platform digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi, belajar, hingga membangun budaya literasi. Menyikapi perubahan tersebut, Program Studi D3 Perpustakaan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan Kuliah Praktisi bertema Gerakan Inovatif Mahasiswa Perpustakaan dalam Menghidupkan Budaya Literasi pada Senin, 22 Juni 2026.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS tersebut, Teguh Prasetyo Utomo, S.I.Pust., Pustakawan Universitas Islam Indonesia (UII), hadir sebagai narasumber utama. Sekitar 50 mahasiswa D3 Perpustakaan mengikuti kegiatan ini bersama para dosen dan pengelola program studi.

Kuliah praktisi ini menjadi ruang diskusi penting mengenai bagaimana mahasiswa perpustakaan dapat berperan aktif dalam mengembangkan literasi di tengah dominasi konten digital yang semakin kuat.

Pembukaan Kuliah Praktisi D3 Perpustakaan UNS oleh Wakil Dekan Sekolah Vokasi UNS

Kuliah Praktisi UNS Bahas Tantangan Literasi di Era Digital

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Sekolah Vokasi UNS, Dr. Sumardiyono, S.KM., M.Kes. Turut hadir Ketua Program Studi D3 Perpustakaan, Rahmat Setiawan Saefullah, S.S., M.I.Kom., bersama sejumlah dosen lainnya. Sementara itu, Zahrina Roseliana Mazidah, S.Hum., M.Hum. bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi.

Dalam pemaparannya, Teguh Prasetyo Utomo menjelaskan bahwa tantangan literasi saat ini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Jika dahulu masyarakat harus mencari informasi secara aktif melalui buku atau perpustakaan, kini informasi hadir dalam jumlah yang sangat besar melalui berbagai platform digital.

Kondisi tersebut menuntut hadirnya pendekatan baru dalam mengembangkan budaya literasi. Literasi tidak lagi cukup dipahami sebagai aktivitas membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, dan menyebarkan informasi secara bertanggung jawab.


Paparan materi strategi literasi di era konten digital oleh Teguh Prasetyo Utomo


Strategi Literasi di Era Konten Digital

Salah satu fokus utama yang dibahas dalam kuliah praktisi ini adalah pentingnya memahami karakter masyarakat digital.

Saat ini, generasi muda mengonsumsi informasi melalui berbagai format, mulai dari video pendek, podcast, media sosial, hingga konten visual interaktif. Karena itu, upaya menghidupkan budaya literasi juga perlu hadir dalam format yang dekat dengan keseharian mereka.

Menurut Teguh Prasetyo Utomo, mahasiswa perpustakaan memiliki peluang besar untuk menjadi agen literasi digital. Mereka tidak hanya dituntut mampu membaca dan memahami informasi, tetapi juga mampu mengemas kembali informasi tersebut menjadi konten yang menarik dan mudah dipahami masyarakat.

Pendekatan inilah yang menjadi dasar penting dalam membangun gerakan literasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Suasana Kuliah Praktisi UNS tentang literasi digital dan inovasi perpustakaan


Video Resensi Buku sebagai Media Literasi Baru

Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dari mahasiswa adalah pembahasan mengenai video resensi buku.

Video resensi dipandang sebagai salah satu bentuk inovasi literasi yang mampu menjembatani dunia buku dengan kebiasaan konsumsi konten digital generasi saat ini. Melalui format audiovisual, sebuah buku dapat diperkenalkan kepada audiens yang lebih luas dengan cara yang lebih menarik dan komunikatif.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa video resensi bukan sekadar menceritakan ulang isi buku. Sebuah video yang baik harus mampu menghadirkan analisis, refleksi, serta alasan mengapa buku tersebut layak dibaca.

Dengan kata lain, resensi yang berkualitas tidak hanya menjelaskan isi buku, tetapi juga membantu calon pembaca memahami nilai dan manfaat yang terkandung di dalamnya.


Zahrina Roseliana Mazidah memoderatori Kuliah Praktisi D3 Perpustakaan UNS


Mahasiswa Perpustakaan Perlu Menguasai Keterampilan Digital

Perubahan lanskap informasi membuat kompetensi pustakawan dan mahasiswa perpustakaan juga terus berkembang.

Jika sebelumnya keterampilan teknis pengelolaan koleksi menjadi fokus utama, kini kemampuan komunikasi digital, produksi konten, dan literasi media menjadi kompetensi yang tidak kalah penting.

Melalui kuliah praktisi ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai strategi dalam menyusun narasi, membangun alur cerita, mengelola visual, hingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi literasi.

Keterampilan tersebut dinilai penting karena perpustakaan masa kini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai pusat diseminasi pengetahuan yang aktif menjangkau masyarakat melalui berbagai kanal digital.


Mahasiswa D3 Perpustakaan UNS mengikuti Kuliah Praktisi tentang budaya literasi


Menghidupkan Budaya Literasi Melalui Kreativitas

Salah satu pesan yang terus ditekankan dalam kegiatan ini adalah bahwa literasi tidak boleh berhenti pada aktivitas membaca semata.

Literasi perlu dihidupkan melalui kreativitas, kolaborasi, dan inovasi. Mahasiswa perpustakaan memiliki posisi strategis untuk menjadi penghubung antara sumber pengetahuan dengan masyarakat luas.

Melalui konten-konten kreatif seperti video resensi buku, ulasan bacaan, podcast literasi, hingga kampanye media sosial, budaya membaca dapat diperkenalkan kembali dengan cara yang lebih dekat dengan generasi digital.

Pendekatan semacam ini menjadi penting agar literasi tetap relevan di tengah perubahan pola konsumsi informasi yang berlangsung sangat cepat.


Sesi diskusi mahasiswa dengan narasumber pada Kuliah Praktisi D3 Perpustakaan UNS


Peran Mahasiswa Perpustakaan dalam Masa Depan Literasi

Kuliah Praktisi D3 Perpustakaan UNS ini menunjukkan bahwa masa depan literasi tidak hanya bergantung pada keberadaan buku atau perpustakaan, tetapi juga pada kemampuan generasi muda dalam menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Mahasiswa perpustakaan memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak literasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan memadukan kemampuan analisis informasi, pemahaman literasi, dan keterampilan digital, mereka dapat menciptakan berbagai inovasi yang berdampak nyata.


Penutup

Kehadiran Teguh Prasetyo Utomo sebagai narasumber dalam Kuliah Praktisi D3 Perpustakaan UNS memberikan perspektif bahwa strategi literasi di era konten digital membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui pemanfaatan media digital, video resensi buku, dan berbagai bentuk konten edukatif lainnya, mahasiswa perpustakaan didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga menjadi produsen pengetahuan yang mampu menginspirasi masyarakat.

Karena pada akhirnya, budaya literasi akan terus hidup ketika pengetahuan dapat disampaikan dengan cara yang menarik, mudah diakses, dan bermakna bagi generasi masa kini.


Foto bersama narasumber, dosen, dan mahasiswa D3 Perpustakaan UNS setelah kegiatan


Post a Comment

0 Comments