Duta Baca Indonesia 2016 : Menanti Gebrakan Kak Najwa Shihab Untuk Meningkatkan Minat Baca Bangsa Indonesia



"Selamat malam, selamat datang di Mata Najwa. Saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa." Ya, tentu saja, rangkaian kalimat itu sudah sangat familier di telinga kita. Dari siapa lagi kalau bukan dari Kak Najwa Shihab, seorang jurnalis senior yang sangat cerdas dan begitu populer saat ini, yang tidak hanya populer di kalangan orang tua saja, tapi juga di kalangan pemuda dan remaja tentunya. Dan kemarin, tanggal 1 Maret 2016, Kak Najwa Shihab terpilih sebagai Duta Baca Indonesia untuk periode 2016-2021. Dan selama 5 tahun ke depan, Kak Najwa Shihab memiliki tugas berat, yaitu mengkapanyekan tentang pentingnya kegiatan membaca di kalangan masyarakat Indonesia.

Tentu saja ini bukan hal mudah. Mengingat data dari UNESCO beberapa saat yang lalu menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara dengan peringkat terendah di antara 52 negara di benua Asia dalam hal minat baca. Dalam hal ini, data terahir UNESCO menyebutkan bahwa indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01% , yang artinya dari 10.000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang memiliki minat baca serius. Tentu saja ini sangat memprihatinkan bagi kita bangsa yang besar ini. Dan tentu saja ini bukan tugas  yang mudah bagi Duta Baca Indonesia 2016, Kak Najwa Shihab.

Pemilihan Duta Baca Indonesia 2016 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) ini saya kira sudah sangat tepat dan jitu. Mengingat Kak Najwa Shihab merupakan sosok yang (menurut saya) benar-benar bisa menjadi teladan, baik dari sisi popularitas, kecerdasan, serta attitude yang jempolan dan bertutur kata yang manarik dan terstruktur. Dan jujur saja, Kak Najwa Shihab adalah sosok yang cantik dan santun yang tak kalah cantik dari Nabilah JKT48. Cantik, plus cerdas. Inilah sedikit dari sekian banyak kelebihan Kak Najwa Shihab. Dan sejujurnya saja, jika dibanding (bukan bermaksud mengecilkan arti atau meremehkan) Duta Baca Indonesia periode sebelumnya yaitu Bapak Tantowi Yahya dan Bapak Andi F Noya, sosok Kak Najwa Shihab ini lebih menarik, dan lebih mewakili semua kalangan. Baik dari kalangan orang tua, pemuda, hingga para remaja, bahkan tidak menutup kemungkinan akan pula bisa "menyentuh" kalangan anak-anak. 

Selain itu, Kak Najwa Shihab bisa mewakili kaum perempuan dalam hal peningkatan minat baca masyarakat Indonesia saat ini. Karena bagaimanapun kaum perempuan dapat menjadi garda terdepan penumbuhan minat membaca, terutama kepada kaum Ibu. Di beberapa negara seperti Inggris memang terjadi minat membaca anak perempuan lebih tinggi daripada anak lelaki. Karena itu, akhirnya Inggris melibatkan para pemain Liga Inggris untuk menjadi duta baca demi menarik minat anak lelaki. Naaah... dari sini pula sebenarnya patut kita pikirkan (untuk kedepannya) Duta Baca Indonesia itu tidak hanya seorang, tetapi bisa beberapa orang. Yang mana masing-masing orang itu bisa menjadi representasi dari segment-segment yang menjadi fokus peningkatan minat baca. Misal dari kalangan atlet, artis, dan tentu saja Duta Baca Indonesia dari kalangan Pustakawan.

Akan tetapi sekali lagi, Kak Najwa Shihab sebagai Duta Baca Indonesia tidak akan mungkin bisa ngayahi atau menyelesaikan tugasnya seorang diri. Karena bagaimanapun gerakan peningkatan minat baca ini harus mendapat dukungan dari seluruh komponen bangsa Indonesia, mulai dari orang tua, guru, penulis, penerbit, perpustakaan, dan tentu saja kita para pustakawan jangan kalah dalam gerakan ini. Ayo bersama-sama kita gerakkan masyarakat Indonesia untuk memiliki dan meningkatkan minat baca mereka.

Selamat untuk Kak Najwa Shihab, kami sangat mengapresiasi dan mendukung. Serta kami nantikan gebrakanmu untuk meningkatkan dan membudayakan minat baca bangsa Indonesia yang kita cintai ini.

Post a Comment

1 Comments