Seminar Nasional dalam rangka SILASMA 2026 akan diselenggarakan pada 3–5 Juni 2026 di Aula GKB 3 Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Semarang. Kegiatan ini menjadi forum penting bagi pustakawan dan pengelola perpustakaan perguruan tinggi untuk memahami arah transformasi layanan di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat.
Mengangkat tema “High Tech, High Touch: Menjaga Ruh Kemanusiaan di Perpustakaan Era Digital”, seminar ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai humanis dalam layanan perpustakaan.
Seminar Perpustakaan Era AI: Teknologi Tidak Cukup Tanpa Sentuhan Manusia
Dalam Seminar Nasional SILASMA 2026, peserta akan diajak memahami bagaimana perpustakaan bertransformasi dari sekadar penyedia koleksi menjadi pusat layanan digital yang strategis. Perkembangan AI, sistem informasi, dan layanan daring telah mengubah cara pemustaka mengakses informasi.
Namun, di tengah percepatan teknologi tersebut, muncul satu tantangan besar: bagaimana menjaga kualitas interaksi manusia dalam layanan perpustakaan.
Seminar ini menekankan bahwa layanan yang unggul tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi juga oleh kemampuan pustakawan dalam menghadirkan pengalaman pengguna yang empatik, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan.
Hadirkan Narasumber Berpengalaman di Bidangnya
Seminar Nasional SILASMA 2026 menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang perpustakaan, pendidikan tinggi, dan teknologi.
Beberapa tokoh yang akan berbagi wawasan antara lain:
- Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd. (Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang)
- Dr. Ir. Wahyudi, S.T., M.T (Deputy Head | National University of Singapore)
- Suwondo, S.Hum., M.Kom. (Ketua FPPTI Jawa Tengah / Kepala Perpustakaan UNDIP)
- Irkhamiyati, S.IP., M.IP. (Ketua Umum FPPTMA)
- Dr. Dhendra Marutho, S.Kom., M.Kom. (Dosen AI & Informatika Unimus
- Novy Diana Fauzie, M.A. (Wakil Ketua FPPTMA / Kepala Perpustakaan UMY)
Kehadiran para narasumber ini menjadi peluang berharga bagi peserta untuk mendapatkan perspektif langsung dari praktisi dan akademisi yang aktif dalam pengembangan perpustakaan di era digital.
Materi Relevan: Dari Transformasi Digital hingga Layanan Humanis
Materi yang disampaikan dalam seminar ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif. Peserta akan mendapatkan pemahaman tentang:
- strategi integrasi AI dalam layanan perpustakaan,
- peran pustakawan sebagai penghubung informasi di era digital,
- pentingnya komunikasi pelayanan yang humanis,
- serta penguatan kompetensi teknis dan sosial pustakawan.
Dengan pendekatan ini, seminar tidak hanya memberi wawasan, tetapi juga membuka cara pandang baru tentang bagaimana perpustakaan dapat tetap relevan dan berdaya saing.
Mengapa Seminar Ini Penting untuk Diikuti?
Seminar Nasional SILASMA 2026 menjadi momentum strategis bagi pustakawan dan pengelola perpustakaan untuk meningkatkan kapasitas diri di tengah perubahan besar dunia informasi.
Mengikuti seminar ini memberikan beberapa manfaat nyata:
- memahami tren terbaru perpustakaan di era AI,
- meningkatkan kualitas layanan berbasis kebutuhan pengguna,
- memperluas jejaring profesional di tingkat nasional,
- serta mendapatkan inspirasi inovasi untuk pengembangan perpustakaan.
Di tengah tuntutan transformasi digital, kegiatan seperti ini menjadi ruang belajar sekaligus refleksi bagi pustakawan untuk terus berkembang.
Baca juga:
SILASMA 2026 FPPTMA Hadir Kembali: Saatnya Perpustakaan Bertransformasi
Informasi Pendaftaran Seminar SILASMA 2026
Seminar ini terbuka bagi pustakawan, akademisi, dan praktisi informasi yang ingin meningkatkan kompetensinya.
Beberapa informasi penting:
- Waktu: 3–5 Juni 2026
- Tempat: Universitas Muhammadiyah Semarang
- Biaya:
- Anggota FPPTMA: Rp250.000
- Non-anggota: Rp150.000
- Batas pendaftaran: 25 Mei 2026
Pendaftaran dapat dilakukan melalui:
👉 https://silasma.fpptma.or.id
Penutup: Saatnya Pustakawan Naik Level di Era AI
Seminar Nasional SILASMA 2026 bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi ruang strategis untuk memahami masa depan perpustakaan. Di tengah kemajuan teknologi, pustakawan dituntut tidak hanya menguasai sistem, tetapi juga mampu menghadirkan layanan yang bermakna bagi pengguna.
Dengan menggabungkan pendekatan teknologi dan nilai humanis, seminar ini menawarkan perspektif yang relevan dan aplikatif bagi dunia perpustakaan saat ini.
Momentum ini menjadi kesempatan tepat untuk tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.


0 Comments