Risty Prasetyawati Kembali Terpilih di Muswil FPPTI DIY 2026, Ini Arah Perpustakaan di Era AI

Risty Prasetyawati terpilih kembali pada Muswil FPPTI DIY 2026 dengan fokus AI dan layanan perpustakaan humanis


Risty Prasetyawati, S.I.P., M.A. (Kepala Perpustakaan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta/UNJAYA) kembali terpilih sebagai Ketua FPPTI DIY dalam Musyawarah Wilayah IX FPPTI DIY 2026 yang diselenggarakan di STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta pada 22 April 2026. Momentum ini sekaligus menegaskan arah baru perpustakaan perguruan tinggi di era kecerdasan buatan (AI) yang semakin berkembang.

Muswil FPPTI DIY 2026 tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang refleksi terhadap transformasi layanan perpustakaan di tengah percepatan teknologi digital.


Seminar AI Perpustakaan: Teknologi Maju, Layanan Harus Tetap Manusiawi

Seminar AI perpustakaan pada Muswil FPPTI DIY 2026 membahas layanan humanis di era digital

Seminar nasional dalam Muswil FPPTI DIY 2026 menghadirkan Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng. (Wakil Dekan II FES Universitas Amikom Yogyakarta) sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian penting dalam transformasi layanan perpustakaan.

Namun demikian, kemajuan teknologi ini membawa tantangan baru, terutama dalam menjaga nilai kemanusiaan dalam layanan. Perpustakaan tidak hanya dituntut cepat dan efisien, tetapi juga tetap mampu menghadirkan layanan yang empatik, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Ia menekankan pentingnya perubahan mindset pustakawan, penguatan positive customer experience, serta kemampuan komunikasi, negosiasi, dan creative thinking. Pendekatan head, heart, and hands menjadi fondasi dalam membangun layanan perpustakaan yang unggul di era digital.


Laporan Kinerja FPPTI DIY 2023–2026: Kolaborasi Jadi Kunci

Laporan kinerja FPPTI DIY periode 2023 2026 dalam Muswil FPPTI DIY 2026


Dalam Muswil FPPTI DIY 2026, laporan kinerja pengurus periode 2023–2026 menunjukkan bahwa FPPTI DIY terus aktif dalam memperkuat jejaring perpustakaan perguruan tinggi.

Selama periode tersebut, FPPTI DIY telah melaksanakan 48 kegiatan yang mencakup seminar, webinar, rapat kerja, sosialisasi SISKA, hingga kunjungan kerja dan kolaborasi lintas institusi. Sebanyak 19 perguruan tinggi juga terlibat dalam program anjangsana anggota.

Kegiatan yang sebagian besar dilaksanakan secara gratis ini menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi, sekaligus mempertegas posisi FPPTI DIY sebagai ruang kerja bersama yang produktif dan berkembang.


Penguatan Keanggotaan dan Akreditasi Perpustakaan

Pembahasan keanggotaan dan akreditasi perpustakaan dalam Muswil FPPTI DIY 2026


Selain laporan kinerja, Muswil FPPTI DIY 2026 juga menyoroti pentingnya penguatan keanggotaan melalui sistem SISKA. Pendataan anggota, pemenuhan hak dan kewajiban, serta penguatan struktur organisasi menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas.

Aspek akreditasi perpustakaan juga menjadi perhatian penting. Masih terdapat beberapa anggota yang perlu didorong untuk mencapai akreditasi A, sehingga peningkatan mutu layanan menjadi agenda yang terus diupayakan secara berkelanjutan.


Risty Prasetyawati Kembali Memimpin FPPTI DIY

Risty Prasetyawati terpilih kembali sebagai Ketua FPPTI DIY pada Muswil 2026


Kembalinya Risty Prasetyawati sebagai Ketua FPPTI DIY menjadi sinyal kuat bahwa organisasi ini akan melanjutkan agenda strategis yang telah dibangun pada periode sebelumnya.

Keberlanjutan kepemimpinan ini menunjukkan kepercayaan anggota terhadap arah organisasi, sekaligus menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan perpustakaan di era digital. Stabilitas ini dinilai krusial dalam mendorong penguatan jejaring, konsorsium database, serta peningkatan kualitas layanan perpustakaan.


Prestasi Nasional: Pustakawan DIY Tunjukkan Daya Saing

Prestasi pustakawan DIY dalam IALA 2025 dan ALIA 2025 tingkat nasional

Muswil FPPTI DIY 2026 juga menjadi momentum untuk menyoroti prestasi pustakawan di tingkat nasional. FPPTI DIY menunjukkan bahwa komunitas pustakawan di wilayah ini tidak hanya aktif, tetapi juga kompetitif.

Teguh Prasetyo Utomo dari Perpustakaan UII berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam Indonesian Academic Librarian Award 2025. Sementara itu, Perpustakaan Universitas Gadjah Mada meraih Juara 3 Nasional dalam Academic Library Innovation Award 2025. Selain itu Pustakawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta juga menjadi presenter terbaik dalam ajang Konferensi Internasional Perpustakaan Perguruan Tinggi (KPPTI) ke-4 FPPTI yang dilaksanakan bersamaan dengan kompetisi IALA dan ALIA ini.

Capaian ini menunjukkan bahwa inovasi dan adaptasi terhadap teknologi, termasuk pemanfaatan AI, menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.


Perpustakaan di Era AI: Bukan Sekadar Digital, Tapi Juga Humanis

Transformasi perpustakaan di era AI dengan layanan digital dan pendekatan humanis

Pembahasan dalam Muswil FPPTI DIY 2026 menegaskan bahwa transformasi perpustakaan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga dengan pendekatan layanan.

Di era AI, perpustakaan dituntut untuk menjadi lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna. Namun di sisi lain, nilai humanis tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan pengalaman pengguna.

Perpustakaan tidak lagi sekadar ruang penyimpanan koleksi, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan informasi yang dinamis, kolaboratif, dan berbasis teknologi.


Penutup: Arah Baru Perpustakaan Perguruan Tinggi

Muswil FPPTI DIY 2026 memperlihatkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi sedang bergerak menuju fase baru yang lebih strategis. Integrasi teknologi, penguatan organisasi, dan peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan masa depan.

Dengan kepemimpinan yang berkelanjutan, arah perpustakaan di era AI tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada penguatan nilai humanis dalam layanan. Kombinasi ini menjadi kunci agar perpustakaan tetap relevan, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan tinggi.


Transformasi perpustakaan perguruan tinggi di era AI dengan pendekatan layanan humanis dan kolaboratif


Post a Comment

0 Comments