Pustakawan UII Teguh Prasetyo Utomo Jadi Pemateri Program Pengayaan Mahasiswa Profesi Psikolog 2026

Pustakawan UII Teguh Prasetyo Utomo menjadi pemateri Program Pengayaan Mahasiswa Profesi Psikolog 2026

Yogyakarta — Peran pustakawan dalam dunia akademik terus berkembang dan melampaui tugas-tugas teknis pengelolaan koleksi. Hal ini tercermin dari keterlibatan Pustakawan Universitas Islam Indonesia (UII), Teguh Prasetyo Utomo, S.I.Pust., yang dipercaya menjadi pemateri dalam Program Pengayaan Mahasiswa Baru Program Profesi Psikolog Fakultas Psikologi UII tahun 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Perpustakaan Universitas Islam Indonesia, sebagai bagian dari rangkaian pengenalan akademik dan fasilitas pendukung pembelajaran bagi mahasiswa profesi psikolog.


Pustakawan UII Berperan Aktif dalam Pendidikan Profesi

Dalam kegiatan tersebut, Teguh Prasetyo Utomo membawakan materi bertajuk “Tata Laksana Perpustakaan UII”, yang memperkenalkan fungsi, layanan, serta peran strategis perpustakaan dalam mendukung proses pendidikan profesi psikolog.

Materi ini tidak hanya menjelaskan aspek teknis penggunaan perpustakaan, tetapi juga menekankan bagaimana perpustakaan dapat menjadi ruang belajar, riset, dan pengembangan literasi akademik bagi mahasiswa tingkat profesi.

Bagi mahasiswa psikologi, pemahaman terhadap layanan perpustakaan menjadi bekal penting untuk menunjang kegiatan studi lanjutan, penulisan karya ilmiah, serta penguatan kompetensi akademik dan profesional.


Kegiatan Program Pengayaan Mahasiswa Profesi Psikolog UII bersama pustakawan Universitas Islam Indonesia



Mengenal Tata Laksana Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Dalam pemaparannya, Teguh menjelaskan beberapa poin utama, antara lain:

  1. Sistem layanan Perpustakaan UII yang terintegrasi
  2. Pemanfaatan koleksi cetak dan digital untuk kebutuhan akademik
  3. Akses sumber informasi ilmiah dan referensi psikologi
  4. Etika dan tata tertib penggunaan fasilitas perpustakaan
  5. Peran pustakawan sebagai mitra belajar mahasiswa

Pendekatan yang disampaikan bersifat aplikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami oleh mahasiswa yang berasal dari latar belakang keilmuan non-perpustakaan.


Room Tour Perpustakaan dan Museum UII

Selain sesi materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan room tour Perpustakaan UII, museum UII, serta kunjungan ke kawasan Candi Kimpulan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan belajar, ruang literasi, dan kekayaan sejarah yang dimiliki Universitas Islam Indonesia.

Melalui room tour ini, mahasiswa tidak hanya melihat perpustakaan sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi sebagai ruang akademik yang hidup dan mendukung pembelajaran lintas disiplin.


Pustakawan Bukan Sekadar Pengelola Koleksi

Keterlibatan Teguh Prasetyo Utomo sebagai pemateri menunjukkan bahwa pustakawan memiliki peran strategis dalam proses pendidikan tinggi, termasuk pada jenjang pendidikan profesi.

Pustakawan tidak hanya bertugas mengelola koleksi, tetapi juga berperan sebagai:

  • fasilitator literasi informasi,
  • pendamping akademik,
  • serta penghubung mahasiswa dengan sumber pengetahuan yang kredibel.

Peran inilah yang semakin relevan di tengah tuntutan akademik dan profesional yang terus berkembang.


Kolaborasi Perpustakaan dan Fakultas

Program Pengayaan Mahasiswa Profesi Psikolog 2026 ini menjadi contoh kolaborasi positif antara Fakultas Psikologi UII dan Direktorat Perpustakaan UII dalam mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi pendidikan profesi.

Melalui kolaborasi semacam ini, perpustakaan tidak lagi berdiri sebagai unit pendukung semata, melainkan sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan universitas.


Penutup

Kehadiran Pustakawan UII Teguh Prasetyo Utomo sebagai pemateri dalam Program Pengayaan Mahasiswa Profesi Psikolog 2026 menegaskan bahwa perpustakaan dan pustakawan memiliki kontribusi nyata dalam proses pendidikan akademik dan profesional. Dengan pendekatan edukatif dan kontekstual, perpustakaan UII terus berupaya menghadirkan layanan yang relevan dan berdampak bagi sivitas akademika.


Perpustakaan itu bukan cuma tempat sunyi penuh rak buku. Di baliknya ada pustakawan yang aktif, adaptif, dan siap berbagi. Kalau kamu mahasiswa, dosen, atau sesama pustakawan, jangan ragu manfaatkan perpustakaan sebagai ruang tumbuh bareng. Ilmu itu lebih hidup kalau dibagikan. 


Program Studi Profesi Psikologi

Post a Comment

0 Comments