Mengenal DSpace by Teguh Prasetyo Utomo


DSpace yang merupakan singkatan dari DuraSpace adalah sebuah aplikasi perpustakaan digital berbasis free software yang lahir dari kolaborasi antara Massachusetts Institute of Technology (MIT) Libraries dan Hewlett-Packard (HP) pada tahun 2002. Yang jika dijelaskan secara singkat, DSpace merupakan salah satu di antara sekian software yang digunakan untuk mengelola repositori institusi. Apa itu repositori institusi? Silahkan baca di sini penjelasan lengkapnya!

Mengenal Repositori Institusi (Institutional Repository)


Pada artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah, tujuan, dan fitur utama dari DSpace, serta beberapa aspek penting yang membuatnya menjadi pilihan yang populer di kalangan institusi dan organisasi.


Sejarah dan Evolusi DSpace

DSpace pertama kali dirilis pada tahun 2002 sebagai hasil kolaborasi antara Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Hewlett-Packard (HP) Labs. DSpace terus berkembang sejak itu, dan pada tahun 2004, komunitas pengguna pertama kali berkumpul, membentuk Federasi DSpace. Federasi ini mengambil peran dalam mengatur pengembangan perangkat lunak DSpace di masa depan dengan mengadopsi model pengembangan komunitas Apache Foundation.

Pada tahun 2007, dengan pertumbuhan komunitas pengguna DSpace yang semakin besar, HP dan MIT bersama-sama mendirikan DSpace Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang memberikan kepemimpinan dan dukungan untuk proyek ini.

Pada tahun 2009, terjadi penggabungan antara DSpace Foundation dan Fedora Commons organization, yang mengarah pada pembentukan organisasi nirlaba yang disebut DuraSpace. Pada tahun 2019, DuraSpace dan LYRASIS bergabung, dan saat ini kepemimpinan DSpace diberikan oleh LYRASIS.


Tujuan DSpace

Tujuan utama dari DSpace adalah untuk mengelola konten digital atau digital repository. Dalam konteks ini, mengelola konten digital mencakup pengumpulan, pengaturan, pengindeksan, dan distribusi koleksi digital. DSpace dirancang dengan berbagai fitur yang memungkinkan penyimpanan dan akses terbuka ke konten digital, serta mendukung standar metadata Dublin Core untuk pertukaran metadata secara otomatis. 

Aplikasi ini sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk mengelola berbagai jenis konten digital, termasuk teks, gambar, audio, video, dan data perangkat. Ini membuat DSpace menjadi pilihan yang populer bagi institusi dan organisasi yang ingin mengatur dan berbagi koleksi digital mereka dengan cara yang terstruktur dan mudah diakses.


Komunitas DSpace

DSpace telah membangun komunitas yang kuat sejak awal pembuatannya. Pada tahun 2007, DSpace Foundation didirikan sebagai organisasi non-profit yang bertujuan untuk memberikan dukungan kepada komunitas-komunitas yang muncul dari institusi-institusi yang menggunakan aplikasi DSpace. Ini mencakup pengembang, pengguna, pelatih, dan penyedia dukungan DSpace yang aktif berpartisipasi dalam pengembangan dan pemeliharaan aplikasi.

Beberapa nama penting dalam komunitas DSpace adalah Stuart Lewis, Chris Yates, Claudia Jurgen, dan Devel Lister, yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan dan dukungan DSpace.

Hingga saat ini Komunitas DSpace adalah salah satu yang terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Dengan penggunaan selama lebih dari 20 tahun, DSpace telah menjadi andalan bagi lebih dari 3.000 institusi di seluruh dunia, termasuk universitas bergengsi seperti Princeton, Cambridge, Universitas Humboldt dan juga Universitas Islam Indonesia.


Kebutuhan dan Komponen DSpace

Untuk menjalankan DSpace, beberapa program dan aplikasi tambahan diperlukan, termasuk:

  1. Oracle Java JDK: Digunakan untuk bahasa pemrograman DSpace, yang membuat coding menjadi lebih mudah dan rapi.
  2. Apache Maven dan Apache Ant: Digunakan untuk merakit aplikasi DSpace, memungkinkan kustomisasi tampilan DSpace sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  3. Servlet Engine (Apache Tomcat, Jetty, Caucho Resin, atau setara): Digunakan untuk menjalankan DSpace.
  4. PostgreSQL atau Oracle Database: Digunakan untuk membangun database yang mendukung operasi DSpace.


Sumber Daya DSpace

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang DSpace, Anda dapat mengunjungi situs resmi mereka di https://dspace.lyrasis.org/. Di situs ini, Anda akan menemukan dokumentasi lengkap tentang aplikasi perpustakaan digital DSpace, video tutorial, serta forum diskusi untuk berinteraksi dengan komunitas dan pengguna lainnya. DSpace juga tersedia untuk diunduh secara gratis, atau Anda dapat memilih opsi hosting berbayar untuk keperluan penyimpanan data.


Dukungan dan Kemampuan DSpace

DSpace memberikan dukungan terhadap beragam jenis konten digital, dan ini dapat disesuaikan sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan organisasi. Pengguna DSpace memiliki akses ke berbagai fitur yang memungkinkan manajemen publikasi dan penelitian yang lebih efisien. Salah satu versi terbaru, DSpace 7, membawa kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya dengan teknologi Angular yang memungkinkan penyesuaian tinggi. Ini juga memungkinkan integrasi yang kuat berdasarkan REST APIs, yang memfasilitasi pengintegrasian DSpace 7 dengan ekosistem TI organisasi.


Kesimpulan

DSpace adalah aplikasi perpustakaan digital yang kuat dan fleksibel, yang telah membantu banyak institusi dan organisasi dalam mengelola dan berbagi koleksi digital mereka. Dengan dukungan dari komunitas pengembang dan pengguna yang aktif, serta berbagai sumber daya yang tersedia secara online, DSpace terus berkembang dan menjadi solusi yang andal dalam mengatasi tantangan penyimpanan dan manajemen konten digital.


Rujukan:

  1. DSpace. (n.d.). About DSpace. DSpace. https://dspace.lyrasis.org/about/
  2. PCG Academia. (2022). DSpace 7 and DSpace 7 CRIS: how to bring your institutional repository to the next level? [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=w_8YcaiEuDE
  3. Saputra, D. F. (2018). TEKNIS PENGGUNAAN APLIKASI DSPACE DAN INTEGRASIKAN DENGAN SLIMS/EPRINTS. Retrieved from Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/16421/31/Integrasi%20SLiMS%20atau%20Eprints%20dengan%20Dspace.pdf

Post a Comment

0 Comments