Tuesday, 19 April 2016

Hot News...!!! Mau Tahu Hasil dan Materi Diskusi Buku #GerakanLiterasiSekolah Hari Ini? Klik Di Sini..


Yup.... Gimana kang mas dan mbak yu sekalian? Tadi ada yang ikut Diskusi Buku "Gerakan Literasi Sekolah" di Perpustakaan Kota Yogyakarta mboten nggeh? Yap...! Diskusi buku yang merupakan kegiatan kolaborasi antara ATPUSI DIY dengan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Yogyakarta ini merupakan suatu gebrakan sekaligus gerakan yang luar biasa untuk menggerakkan literasi di dunia pendidikan di lingkup sekolah.

Sebagaimana yang telah dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD) RI beberapa saat yang lalu, dalam upaya untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran agar semua warganya tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD) RI telah mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Itu hanya salah satunya.

Sedangkan dari diskusi hari ini sendiri, diungkapkan lebih banyak lagi. Mau tahu??? Ini dia beberapa point yang disampaikan para narasumber.

Wahyu Hendratmoko, SE.MM (Kepala kantor ARPUSDA Kota Yogyakarta)
  • Gerakan literasi sekolah
  • Perlu program yg anti mainstream agar perpus bisa survive
  • Program bank buku jogja
  • Packaging faktor penting dalam keberhasilan marketing
  • Pustakawan sebagai ibadah
Arsidi, MIP (PP ATPUSI, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta)
  • Penyusun buku GLS tidak ada pustakawan sekolah
  • Mampu mengkomunikasikan
  • Penghargaan kepada peserta didik
  • Kepsek harus mengetahui program GLS
  • Mengadakan pelatihan guru dan pustakawan

Contoh GLS: Diskusi dan resensi buku, membaca senyap, perpustakaan kelas (dari buku sumbangan siswa), kunjungan pameran buku, kunjungan perpustakaan daerah, kunjungan ke penerbit buku terdekat, challenge (membuat tantangan ke warga sekolah dalam mmbaca buku terbanyak), writing contest dan penerbitan buku, reading award.

RUA. Zaenal Fanani, SH, M.Prac.NLP (Motivator Nasional; Praktisi Literasi Informasi)
  • Buat slogan menarik
  • Keberadaan perpustakaan belum memberikan perubahan yang signifikan terhadap literasi informasi
  • Pemberi masukan / konsultan untuk program GLS ini
  • Jangan sampai ada tikus mati di lumbung padi
  • Memulai dengan buku yang diminati
  • Bagaimana mewujudkan perpustakaan yang menggoda
  • Penjadwalan jam kunjung terkait GLS
  • Pemberian apresiasi kepada siswa, dan bisa bekerja sama dengan kurikulum
  • Jangan membiasakan mencari di internet
  • Biasakan identifikasi masalah dalam sebuah informasi
Naaah syuuuudah puas? Belum juga??? Yo wes... Ini saya kasih materinya. Silahkan download DI SINI.

O iya, untuk diskusi ini sendiri berjalan sangat interaktif dan menarik. Dengan menghadirkan ketiga pembicara yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya di bidang literasi informasi, sebanyak 36 pustakawan sekolah yang hadir dari seluruh penjuru wilayah DIY, mulai dari Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Sleman, Bantul, hingga Kulonprogo merasa puas.

Berikut ini beberapa dokumentasinya... (Thanks to Mbak Anna Nurhayati, Mbak Anisa Rohmawati, dan Mbak Choiriyah yang telah mengirimkan foto-fotonya)






 




Post Comment

0 komentar:

Post a Comment