Friday, 8 April 2016

Data Terbaru Perpustakaan Sekolah Se-Indonesia. Masih Sangat Memprihatinkan.


Halooo teman-teman sekalian. Hmmmm gimana kabar nih? Sorry ya saya baru bisa update artikel lagi hari ini. Kemarin dua hari (Rabu dan Kamis) baru mudik ke kampung halaman? Lha.. emang mana rumahnya Mas? Saya asli dari Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Grobogan ^_^ Mana itu? Cari saja di dalam peta yaaa... atawa search via Google Map juga bisa. Heheheeee..

Oke, langsung saja deh.. ini terkait data terbaru tentang kondisi perpustakaan sekolah di Indonesia. Data ini bersumber dari PNRI (Perpustakaan Nasional RI) tahun 2015 kemarin. Ini saya dapatkan dari salah seorang pengurus pusat ATPUSI (Asosiasi Tenaga Perpustakaa Sekolah Indonesia). Yuk kita analisa berang-berang data tersebut... eh, bareng-bareng maksud saya. ^_^

Dari data tersebut bisa kita lihat kondisi perpustakaan sekolah yang ada di Indonesia ini. Dari sejumlah 254.432 sekolah yang terdaftar dari berbagai tingkat pendidikan dasar dan menengah, hanya ada 118.599 sekolah saja yang sudah memiliki perpustakaan atau sekedar 46,61% saja. Kurang dari separuh. Jumlah itu baru pada tingkatan "punya", belum pada kualitas perpustakaan (maupun pengelola perpustakaanya).

Dari jumlah total  254.432 sekolah itu, bis kita lihat pembagian per tingkatan pendidikannya. Untuk tingkatan Sekolah Dasar (SD) dari sebanyak 170.647 sekolah dasar yang terdaftar, baru sebanyak 78.432 sekolah yang sudah memiliki perpustakaan, atau sebesar 45,96%. Untuk tingkatan sekolah menengah pertama (SMP), dari 52.710 SMP yang terdaftar, baru sebesar 24.386 SMP yang memiliki perpustakaan sekolah, atau sebesar 46,26%. Sedangkan untuk tingkatan sekolah menengah atas (SMA), dari sebanyak 30.968 SMA yang terdaftar, baru sebanyak 14.781 sekolah yang memiliki perpustakaan, atau sebesar 47,72%

Semuanya masih di bawah separuh dari jumlah keseluruhan. Prosentasenya masih berkisar pada kisaran 46%-an. Tentu saja ini jumlah yang sangat memprihatinkan. Kenapa bisa? Coba kita lihat pada UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Di sana pada Bagian Ketiga tentang Perpustakaan Sekolah/Madrasah, pada pasal 23 ayat 1 disebutkan bahwa "Setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan.". 

Dari UU tersebut sudah jelas bahwa setiap sekolah/madrasah WAJIB menyelenggarakan perpustakaan. Bukan hanya sekedar ADA. Tetapi ADA dan MEMENUHI STANDAR nasional perpustakaan sekolah. Akan tetapi jika melihat data-data tersebut, jangankan memenuhi standar nasional perpustakaan sekolah, sekedar ADA saja belum. Dari sejumlah 254.432 sekolah yang ada di Indonesia, hanya 45,96% saja yang punya perpustakaan. Sisanya, sebesar 54,04% masih belum punya perpustakaan. Antara sekolah yang sudah punya perpustakaan dengan yang belum punya perpustakaan, lebih banyak sekolah yang belum punya perpustakaan.

Kembali pada data di atas, dari jumlah keseluruhan perpustakaan sekolah sebanyak 118.599 itu tadi, baru sebesar 56.507 sekolah yang sudah memiliki NPP (Nomor Pokok Perpustakaan). Atau sebesar 47,64% saja. Sisanya belum memiliki NPP. Padahal untuk mendapatkan NPP ini cukup mudah. Coba saja lihat DI SINI untuk tahu bagaimana cara mendapatkan NPP, gratis dan mudah. (Untuk Perpustakaan Daarul Ilmi SMPIT Abu Bakar yang kami kelola, alhamdulillah sudah memiliki NPP walaupun belum terakreditasi. Semoga tahun depan sudah bisa terakreditasi juga. Silahkan bisa dilihat DI SINI terkait informasi kepemilikan NPP oleh Perpustakaan Daarul Ilmi SMPIT Abu Bakar Yogyakarta).

Terahir kita lihat, data di atas juga menyampaikan dari sejumlah 118.599 perpustakaan sekolah yang ada di Indonesia, hingga tahun 2015 kemarin baru sebanyak 176 perpustakaan sekolah yang sudah terakreditasi, atau sebesar 0,14% saja! Dan dari sejumlah 0,14% itu, yang sudah memenuhi standar nasional perpustakaan sekolah adalah sebesar 130 perpustakaan sekolah. Sisanya sebesar 46 perpustakaan sekolah, belum memenuhi standar minimal akreditasi perpustakaan sekolah.

Itu baru dari sisi perpustakaan secara kelembagaannya, belum menyentuh data tentang SDM pengelola perpustakaan (pustakawan) sekolah. Dan ini sangat memprihatinkan tentunya. Lantas bagaimana solusinya? Ada yang mau nyumbang ide? ^_^

Post Comment

0 komentar:

Post a Comment